Saturday, May 22, 2004

Andai Dia Tahu

Pk 00.15...
Masih belum bisa tidur nih. Padahal, jam 5 teng musti udah bangun lagi dan siap-siap ke Kepulauan Seribu.
Badan dan mata sebenarnya udah nggak bisa diajak kompromi lagi, udah minta tidur. Tapi otak belum juga mau diistirahatkan. Begitu mata lagi berusaha merem, di otak seperti ada sebuah film yang sedang diputar.
Biasanya, kalau besok harinya mau melakukan sesuatu yang excited, pasti malamnya kayak gini. Nggak bisa tidur!
Tapi malam ini nggak cuma pikiran excited karena akan snorkeling di Kepulauan Seribu aja yang mengusik otak saya.
Ada yang lain...
Ada sosok lain yang lagi mengusik sel-sel otak saya malam ini.
Satu sosok yang udah bikin saya nggak mood kerja, nggak mood nulis, nggak mood main musik, nggak mood ngapa-ngapain.
Sosok yang sama pula yang udah bikin saya selalu berkhayal.
Padahal saya tahu, khayalan saya sangat amat jauuuuhhhh dari kemungkinan nyata.
Dan saya nggak tahu harus berbuat apa...
Andai saya bisa membaca pikirannya...
Andai saya juga ada di pikirannya...
Andai dia tahu apa yang ada di pikiran saya...
Andai...
Andai...
Andai...