Friday, April 23, 2004

Hujan Lagi Neh!



waaahhh, sore ini hujan deras kembali menyerang Jakarta!!
Got di depan kantor mulai meluap dan jalanan juga udah mulai tergenang, nih!
Waduh, semoga nggak banjir dan macet total seperti lusa kemaren



Thursday, April 22, 2004

Life is Beautiful Indeed

Baru sekitar setengah jam yang lalu gue sampai di rumah. Gilaaaaaaaa!!! Jakarta hari ini macet di mana-mana!! Gara-gara hujan yang tiba-tiba aja ngeguyur Jakarta dengan derasnya, banyak jalanan yang tergenang air.



Yang awalnya berniat nonton pameran seni instalasi di Galeri Oktagon sambil nunggu hujan reda dan macet lewat, yang ada malah terjebak macet sepangjang jalan dari Kuningan ke Gunung Sahari. Jarak tempuh yang biasanya paling lama 1 jam, sore ini menghabiskan waktu 4 jam saja!! Udah nyampe Bandung dan sempet jalan bentar ke FO kali!
Anak-anak yang di awal perjalanan masih cerah ceria dan penuh canda tawa, sampai tampak letih lesu tak bersemangat karena suntuk dan kelaparan semua.
Dan semua kejadian itu harus ikut gue alami karena berawal dari sebuah keisengan yang sebenernya nggak perlu (yang lain soalnya ke Oktagon dalam rangka tugas liputan).
Kayaknya, kebanyakan pengalaman hidup gue selama ini juga berawal dari keisengan gue yang sangat amat parah.

Iseng-iseng mulai motret lagi, tau-tau jadi ketagihan dan yang ada kantong keseringan kebobolan untuk beli dan cuci cetak negatif.
Iseng-iseng ikut rombongan pencinta alam ke Ujung Kulon, yang ada sekarang jadi ketagihan untuk travel ke alam terbuka mulu. Buntut-buntutnya, kantong lagi yang jadi korban.
Iseng-iseng nganter temen audisi untuk orkes, yang ada, gue jadi masuk orkes itu dan ketagihan main musik. Padahal, temen yang gue anter dulu malah udah nggak aktif di orkes itu.
Iseng-iseng ngirim lamaran ke sebuah perusahaan penerbitan media, eh malah keterima, dan gue enjoy banget nulis.


Kadang kalau lagi merenung, gue suka sebel sebenarnya dengan jalan hidup gue yang penuh dengan kebetulan, coba-coba, dan tanpa perencanaan yang matang. Terpikir juga, “Aduh, gue kok orangnya nggak terencana banget, ya?” “Kok, gue kayak nggak pernah mikirin hidup gue abis ini musti gimana, ya?”
Tapi kemudian, setelah gue pikir-pikir lagi, jalan hidup yang gue jalanin ini sebenarnya juga bukan tanpa rencana, bukan sesuatu yang gue jalanin asal-asalan. Karena semua yang gue inginkan dalam hidup gue, ternyata gue dapetin dan sedang gue jalanin saat ini, meski sering berawal dengan sebuah keisengan dan coba-coba.

Gue suka musik dan selalu pengen bisa main musik. Dan gue akhirnya bisa main trumpet di orkes.
Gue suka motret dan dari dulu pengen bisa motret, bikin foto yang keren. Sekarang, gue berteman dengan orangorang yang hobi motret dan banyak belajar dari mereka soal motret.
Gue dari dulu bercita-cita jadi wartawan (cuma sempet belok pengen jadi pengacara, makanya ambil fakultas hokum), dan selalu punya niat bikin tulisan yang bisa dibaca dan dinikmati banyak orang. Sekarang, gue beneran jadi wartawan dan tulisan gue ada di majalah tempat gue kerja.


Mmmhh, Tuhan memang paling tahu apa yang terbaik buat gue dan selalu memberikan apa yang gue minta. Meski apa yang diberikan Tuhan sama gue belum tentu bentuknya sesuai dengan keinginan gue. Kebanyakan, bentuk nyata permintaan gue yang dikasih Tuhan malah jauh lebih indah dari apa yang gue minta. Karena memang hanya rencana Tuhan yang indah bagi gue.

Wednesday, April 21, 2004

Selamat Hari Kartini

Kalau tidak ada Ibu Kartini, mungkin hari ini saya tidak akan bisa duduk di depan layar komputer ini sambil mengisi blogspot ini atau menulis artikel untuk majalah tempat saya bekerja.

Tuesday, April 20, 2004

The Clock of Life




The clock of life is wound but once,
And no man has the power
To tell just when the hands will stop
At late or early hour.

To lose one's wealth is sad indeed,
To lose one's health is more,
To lose one's soul is such a loss
That no man can restore.


The present only is our own,
So Live, Love, toil with a will --
Place no faith in 'Tomorrow' --
For the clock may then be still.

Robert H. Smith
1932-1982