Monday, April 05, 2004

Pesta Demokrasi

Hari ini Indonesia menggelar pesta demokrasi. Jutaan orang berduyun-duyun ke tempat-tempat pemungutan suara untuk mencoblos tanda gambar partai dan nama caleg pilihannya.



Saya tidak turut ambil bagian. Di mata hukum, mungkin saya termasuk warga Negara yang tidak baik karena tidak menggunakan hak pilihnya. Bagaimana saya mau menggunakan hak pilih saya ketika saya tidak sreg dengan pilihan-pilihan yang ada. Daripada asal-asalan mencoblos sehingga surat suara saya jadi tidak sah, lebih baik saya tidak menongolkan diri sama sekali di tempat pemungutan suara. Bukan apa-apa, saya hanya merasa kalau partai-partai politik yang ada itu, termasuk para caleg, palsu semua. Yang mereka inginkan hanyalah kursi di gedung DPR dan fasilitas menggiurkan setelah mereka menduduki kursi tersebut. Tidak bisa disalahkan juga, sih. Rasanya munafik kalau saya bilang saya tidak tertarik dengan kedudukan dan fasilitasnya itu. Tapi, saya tidak mau menyalahgunakan suara rakyat untuk itu. Sudah terlalu lama rakyat dimanipulasi untuk kepentingan orang-orang yang katanya wakil rakyat itu. Lihat saja nanti, ulah para caleg itu setelah menjadi anggota legislatif. Daripada saya sakit hati karena wakil rakyat yang saya pilih tidak menyuarakan aspirasi rakyat, lebih baik saya tidak memilih siapapun. Meski konsekuensinya, saya juga tidak punya hak protes kepada mereka atas kekisruhan yang nantinya mereka buat karena saya juga tidak pernah memilih mereka. Mmmhh…daripada pusing, lebih baik saya tidur di rumah menikmati hari libur ini. Mungkin saya tampak seperti orang yang acuh terhadap Negara ini. Tapi saya hanya tidak ingin menodai hati nurani saya dengan ikut-ikutan memilih satu partai atau asal-asalan mencoblos partai tertentu. Nanti kalau pemilihan presiden dan wakil presiden, baru saya akan menggunakan hak pilih saya. Mungkin, lho!