Thumbs Up!
Cantik = PeDe? Mmmhh, kayaknya udah nggak gitu, deh!
Contohnya seorang teman baik saya di kantor.
Bobot tubuhnya lebih dari satu kwintal. Sedikit lebih berat dari sekarung beras.
Tapi kadar PeDe teman saya itu, RUARRRR BIASA!!
Kalau ditimbang, berat ke-PeDe-annya bisa mencapai tiga karung beras kali!
Dan mungkin karena itu dia justru selalu terlihat cantik.
Tidak seperti cewek-cewek gemuk yang pernah saya kenal, teman baik saya itu selalu berdandan (meski tidak menor) dan tidak takut mengenakan pakaian model apapun. Mulai dari kaos manis berleher rendah, blus ber-ruffles, sampai rok lurus selutut dengan motif diagonal. Tapi, ya itu tadi, dia justru selalu tampak cantik dan serasi.
Sepertinya tidak ada kata minder dalam kamus hidupnya.
PeDe = Cantik!
Bobot tubuh saya hanya setengah bobotnya, begitu juga kadar PeDe saya.
Colours of Life
Hidup bukan hanya hitam dan putih...
Thursday, March 25, 2004
If You...
If you're mad with someone, and nobody's there to fix the situation, you fix it.
Maybe today, that person still wants to be your friend.
And if u don't, tomorrow can be too late .
If you're in love with somebody, but that person doesn't know, tell her/him.
Maybe today, that person is also in love with you .
And if you don't say it, tomorrow can be too late .
If you really want to kiss somebody, kiss her/him.
Maybe that person wants a kiss from you, too.
And if you don't kiss her/him today, tomorrow can be too late .
If you still love a person that you think has forgetten you, tell her/him.
Maybe that person have always loved you.
And if you don't tell her/him today, tomorrow can be too late.
If you need a hug of a friend, ask her/him for it.
Maybe they need it more than you do.
And if you don't ask for it today, tomorrow can be too late.
If you really have friends who you appreciate, tell them.
Maybe they appreciate you as well.
That if you don't and they leave or go far away today, tomorrow can be too late.
If you love your parents, and never had the chance to show them, do it .
Maybe you have them there to show them how you feel.
That if you don't and they leave today, then tomorrow can be too late.
Wednesday, March 24, 2004
Sounds of Music ![]()
Music always cheers me up.
Bukan hanya sekadar mendengarkan musik, tapi bermain musik bersama teman-teman saya benar-benar membuat saya in a good mood.
Tidak banyak yang tahu kalau saya bisa bermain trumpet. Nggak jago, sih, tapi nggak ancur-ancur amat jugalah. Paling tidak, saya sampai sekarang masih diminta mengisi suara trumpet di orkestra UI Mahawaditra yang sudah saya ikuti sejak tahun 1995.
Anyway, enough about me and my trumpet. Yang ingin saya katakan di sini adalah, musik membuat saya lupa akan segala kepenatan dan keruwetan hidup saya.
Hari ini misalnya. Entah kenapa, saya kehilangan sama sekali mood untuk menulis. Padahal, deadline sudah lewat masanya. Entah kenapa juga, saya merasa salah kostum. Karena ternyata, kemeja yang saya pakai hari ini, terasa begitu menyesakkan. Belum lagi uang gajian yang belum juga lewat satu hari berdiam dalam rekening tabungan saya, sudah harus berkurang hampir sepertiganya untuk membayar segala tagihan dan hutang.
Pusing! Mungkin juga karena efek datang bulan. Nggak tahu juga. Yang pasti, hari ini saya merasa tidak nyaman dengan keberadaan saya.
Anyway,sesuai jadwal, jam 19.00 di Salemba, saya dan anak-anak Brasswind Mahawaditra (ada yang main French Horn, Trombone, Tuba) sepakat untuk latihan karena sudah lama sekali absen latihan bareng. Kalau dipikir-pikir, capek juga, sih, setelah seharian kerja di kantor, masih latihan lagi. Tapi, ya itu tadi, main musik bersama mereka selalu membuat saya seperti mendapat energi baru. Karena kami nggak hanya sekadar berlatih memainkan sebuah aransemen lagu, tapi kami juga saling bertukar cerita dan tertawa bersama.
Setiap ketemu, pasti ada saja yang membuat kelucuan tertentu atau menceriterakan lawakan-lawakan tertentu. Seringnya, latihan bersama malah lebih banyak diisi acara ngobrol dan ketawa-ketiwi. Mungkin itu yang membuat saya sampai sekarang tetap betah bergabung bersama mereka. Bukan karena kami bisa memainkan sebuah aransemen lagu tertentu dengan indah (untuk yang satu ini relatif banget, lho! Karena kadang-kadang, musik yang kami mainkan justru membuat kuping nggak nyaman). Tapi karena bersama mereka, saya tidak perlu menjadi orang lain.