Merry Christmas to You
Natal selalu menjadi hari raya favorit saya. Meski ada Paskah yang merupakan hari raya terbesar umat Katholik, tapi bagi saya, Natal terasa lebih menyenangkan dan meriah. Bukan karena hadiah atau baju baru yang sering saya dapatkan waktu masih kecil. Bukan pula karena kartu-kartu atau ucapan Natal yang saya terima dari sahabat-sahabat saya. Tapi karena kedamaian yang selalu terasa menjelang dan di hari Natal.
Tadi pagi, begitu membuka inbox, ada sebuah e-mail ucapan selamat Natal dari seorang teman yang baru saya kenal sebulan yang lalu. Ucapan Natal terindah menurut saya, meski hanya terdiri dari kata-kata tanpa hiasan pohon Natal atau Santa Claus yang sering menghiasi sebuah kartu Natal.
Saya copy e-mail itu di sini agar semua orang yang membaca blogspot saya juga bisa turut menikmati keindahan Natal itu.
Terima kasih ya, San!
Rekonsiliasi Kasih Allah
Seminggu sebelum 25 Desember 2004, seorang teman dari divisi Web Development mengingatkan saya untuk membuat pengantar ucapan Selamat Natal yang akan ditayangkan di website Mitranet (http://www.mitra.net.id). Pada saat itu terpikir untuk membuat satu puisi Natal seperti yang biasa dibuat tahun-tahun yang lalu. Namun sampai menjelang deadline, setelah mencorat-coret kertas, tidak ada satupun rangkaian kalimat yang disebut puisi tercipta. Tetapi ada satu tema yang menjadi panduan saya yaitu REKONSILIASI.
Hari itu juga saya menghubungi seorang teman yang bekerja sebagai editor di Gramedia, menanyakan arti kata baku rekonsiliasi, karena saya tidak mempunyai kamus umum bahasa Indonesia. Dan salah satu arti kata yang tepat berkenaan dengan Natal adalah perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada kondisi semula.
Ya, Natal adalah salah satu bentuk Rekonsiliasi Kasih Allah kepada manusia. Suatu tindakan nyata untuk mengembalikan kondisi kasih yang mula-mula. Bila kita tilik setahun ini maka ada banyak peristiwa yang menghilangkan arti kasih. Peperangan di Irak yang tiada henti, kondisi keamanan di Aceh dan Palu yang masih saja bergejolak, gempa di Alor dan Nabire bahkan kenaikan harga elpiji yang menjadi kado di hari Ibu.
Namun disadari atau tidak, rekonsiliasi yang ditawarkan oleh Allah masih berlangsung sampai dengan saat ini. Natal tidak akan lengkap tanpa rekonsiliasi hati kita kepada Allah dan sesama manusia. Hiasan natal meriah tidak dapat menandingi keindahan hati yang mengasihi. Alunan lagu natal yang setahun sekali diputar akan lebih merdu bila dinyanyikan oleh hati yang diperbaharui.
Natal adalah saat rekonsiliasi. Sanggupkah kita ? Maukah kita ? Biarlah hati kita yang menjawab.
Selamat Natal 2004. Tuhan memberkati !
Sandra Brail
3 Comments:
met ngerayain natal, melki..
semoga natalnya meriah dan kado yg diarepin bisa didapet. amiiin.. ;)
ho.. ho.. ho.. merry KISSmas..!!! mels, jgn lupa bawa sisa kue di rumah yaa.. :) teteuuup..
merrry Kiss Mes yah miss plutoooo.damai di langit, damai di hati , damai di bumi. Bencana demi bencana akan segera berakhir ... ** ganti bencana baru tentunya ..:D
Post a Comment
<< Home